Showing posts with label wisata di Indonesia. Show all posts
Showing posts with label wisata di Indonesia. Show all posts

Tuesday, November 5, 2019

Ada Menu Baru di Pablo "Cheesetart"


- Pablo adalah gerai asal Jepang yang menjualcheesetart.Di Jakarta, terdapat dua gerai Pablo yang berlokasi di Gandaria City dan Neo Soho.

"Mungkin di luar sana juga banyak yang menjual cheesetart, namun yang membedakan cheesetart kami dengan cheesetart lainnya adalah kami memiliki tekstur yang meleleh," ujar pendiri Pablo, Masamitsu Sakimoto saat Grand Opening Pablo di Neo Soho, Rabu (8/3/17).

Pablo menyuguhkan beberapa varian rasacheesetart. Mulai dari Original, Chocolate, hingga Matcha. Namun Masamitsu menambahkan, Pablo akan menjual menu khusus untuk musim semi.

"Untuk menyambut musim semi ini, kami mempunyai menu Strawberry Cheese Tart, Pablo Mini Roasted Strawberry Marshmallow dan Strawberry Frute," tuturnya.

Ketiga menu tersebut sudah bisa Anda nikmati di Pablo Gandaria City maupun Neo Soho, kecuali Strawberry Frute yang akan rilis pada 15 Maret 2017.

Selain memperkenalkan produk terbarunya, Masamitsu juga memberikan sedikit tips untuk para pelangganya. Cheesetart dari Pablo ini lebih baik dimakan 6 jam setelah tersaji. Ini untuk menjaga rasa dan tekstur dari cheesetart.

Monday, November 4, 2019

Apa Bedanya Restoran "Full Service" dan "Self Service"?


Baru-baru ini, viral di media sosial tentang perilaku turis Indonesia yang tidak membereskan sisa makanan dan peralatan makan yang mereka pakai usai makan di sebuah restoran di Jepang. Hal ini mungkin terkesan biasa saja jika terjadi di Indonesia.

Namun, beberapa tempat makan dengan konsep self service di luar negeri, termasuk Jepang, biasanya mengharuskan pelanggannya untuk melayani diri sendiri, mulai dari pemesanan, mengambil makanan, hingga membereskan sisa makanan dan peralatan makan yang telah dipakai.

Berbeda dengan di Indonesia, sebagian besar tempat makan, baik restoran kelas atas seperti fine dining sampai warung kaki lima, pelanggan terbiasa dilayani oleh pelayan. Pelayanan pun tak hanya sekadar mengantarkan pesanan, tetapi juga sampai membereskan sisa makanan dan peralatan makan yang sudah dipakai.

Di dunia food and beverage, konsep restoran bisa dibagi antara restoran full service dan self service.

Eduard R. Pangkerego, seorang hotelier yang sudah malang melintang di dunia food and beverage selama 14 tahun, menuturkan bahwa restoran full service menunjukkan bahwa tamu dilayani dengan penuh perhatian.

"Dimulai dari proses reservasi dan penerimaan tamu di depan restoran dilayani oleh staf khusus yang bertugas di sini, khusus untuk menyiapkan dan mengantarkan tamu ke meja yang sudah disiapkan. Lalu di sini proses order-nya adalah tamu melihat dari menu yang sudah disiapkan," kata Eduard.

Ia menuturkan restoran fine dining merupakan restoran full service. Menu pun biasa terbagi dua bagian yaitu table d'hote atau set menu. Set menu adalah menu dari appetizers (hidangan pembuka) sampai dessert (hidangan penutup) sudah disiapkan oleh pihak restoran.

"Atau kedua, ala carte menu, dimana menunya diberikan pilihan untuk tamu memilih dari appetizers sampai ke dessert," jelas Eduard yang kini berprofesi sebagai Corporate General Manager di jaringan hotel Artotel Indonesia.

Selain itu, lanjut Eduard, proses penyajiannya pun dilayani oleh pihak restoran, dalam hal ini pelayan atau waiter. Waiter mengantarkan makanan dan minuman satu persatu ke pihak tamu.

Sementara itu, untuk konsep self service, ungkap Eduard, ada beragam gaya. Eduard menjelaskan jika di Indonesia gayanya pun telah bercampur, salah satunya seperti restoran "all you can eat" dengan sajian prasmanan (buffet style).

"Prosesnya hanya dibedakan pada saat penyajian makanan. Di tipe restoran ini, makanan disajikan di meja terpisah atau counter terpisah, tamu akan mengambil makanannya di meja atau counter tersebut," katanya.

Namun, tambah Eduard, piring yang sudah selesai digunakan tetap dibersihkan oleh para pelayan restoran, juga terkadang untuk penyajian minuman masih harus dilakukan oleh para pelayan restoran tersebut..

"Ada self service yang lebih extreme. Tamu datang langsung memesan makanan dan minuman di counter khusus. Lalu untuk dapat duduk, tamu harus memilih meja yang masih kosong. Lalu biasanya tamu pun membuang sisa makanan dan peralatan makanannya sendiri ke counter atau tempat sampah yang sudah disediakan," jelas Eduard.

Jenis restoran ini, kata Eduard, biasanya merupakan food court atau kantin dan restoran fast food atau restoran cepat saji.

Hanya saja, berbeda dengan restoran cepat saji di luar negeri, perlu diakui umumnya restoran cepat saji di Indonesia pun memiliki pelayan yang membereskan sisa makanan dan peralatan makan.

Sunday, November 3, 2019

Apa Menariknya Gunung Agung bagi Wisatawan Mancanegara?

Dua wisatawan berfoto dengan latar belakang Gunung Agung, di Desa Batu Niti yang berjarak sekitar 12 kilometer dari gunung berstatus awas itu, Karangasem, Bali, Senin (25/9/2017). Sebagian warga yang tinggal di kawasan rawan bencana di lereng timur laut Gunung Agung masih belum mengungsi meski gunung berstatus awas dan mereka telah dihimbau untuk meninggalkan kampung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain wisatawan Indonesia, wisatawan mancanegara juga gemar melakukan pendakian Gunung Agung di Bali. Berbagai wisatawan mancanegara dari negara Eropa dan Asia suka mendaki Gunung Agung.

"Setiap malam itu ada pendaki asing, lokal dan dari Bali yang mendaki Gunung Agung. Pendaki asing itu dari Perancis, Jerman, Belanda, Malaysia, India, Singapura, dan China," kata Koordinator Pemandu Pendakian Gunung Agung, Komang Kayun saat dihubungi KompasTravel, Senin (25/9/2017).

Ia mengatakan wisatawan mancanegara menggemari pendakian Gunung Agung karena mengetahui status Gunung Agung yakni sebagai gunung terbesar dan tertinggi di Bali.

Selain itu, Komang Kayun menyebut, wisatawan mancanegara juga ingin menikmati pemandangan yang bisa terlihat dari puncak Gunung Agung.

"Mereka bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Mereka ingin bisa melihat Gunung Rinjani di Lombok, matahari terbit, Gunung Batur dan Danau Batur. Sepanjang perjalanan bisa melihat pepohonan dan sejarah-sejarah di Gunung Agung," katanya.

Namun, meski digemari wisatawan mancanegara, jumlah kunjungan dalam setahun pun tak banyak.

Komang Kayun menyebut Gunung Agung jarang didaki oleh wisatawan baik dalam maupun luar negeri. Salah satu alasan sedikitnya wisatawan yang mendaki Gunung Agung karena sedikitnya waktu untuk mendaki.

"Kalau setahun itu kurang lebih 800 orang. Bulan Agustus saja sudah turun. Agustus tahun lalu yang membeludak. Sekarang distop. Satu tahun lalu kurang 800-1.000 pendaki selama tahun 2016. Itu sudah termasuk lokal," kata Komang Kayun.

Ia menyebut per malam itu sekitar 20 orang yang mendaki Gunung Agung. "Terkadang tak ada wisatawan yang mendaki," imbuhnya.

Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem dipandang sebagai gunung paling sakral di Pulau Dewata bagi umat Hindu Bali. Puncaknya merupakan titik tertinggi Pulau Bali, yaitu 3.142 mdpl.

Gunung tipe stratovolcano ini menjadi salah satu destinasi mendaki gunung, selain juga Gunung Batur. Masyarakat Hindu Bali percaya, Agung adalah gunung tempat bersemayamnya dewa-dewa.

Berburu Makanan Tradisional untuk Berbuka Puasa di Argowijil

Lokasi Pasar Argiwijil, Gari, Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Kamis (17/5/2018).

- Menikmati menu buka puasa dengan cara tidak biasa bisa ditemukan di Pasar Argowijil, Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Pasar wisata kuliner ini buka setiap minggu pagi, namun selama bulan Ramadhan buka sore hari menjelang waktu berbuka puasa.

Menjelang sore, ratusan warga dari berbagai wilayah Kabupaten Gunungkidul mendatangi pasar yang terletak agak jauh dari pemukiman.

Jika dari kota Wonosari ke Nglipar, perempatan Dusun Karangtengah menuju ke arah Gading, di sana sudah ada papan petunjuk menuju pasar yang berdiri di atas tanah bekas pertambangan batu putih ini.

Puluhan pedagang berjejer di los pasar, mereka menjajakan makanan khas pasar tradisional tempo dulu seperti gelinding burung dara, krupuk warna, nasi jagung, botok manding, gatot, tiwul, gethuk, dan sejumlah makanan lainnya yang saat ini sulit ditemukan di pasar tradisional akan mudah ditemukan di Pasar Argowijil.

"Selama bulan Ramadhan kami membuka Pasar Argowijil sore hari, biasanya hanya buka minggu pagi," kata Lurah Pasar, Naryanto, Kamis (17/5/2018) petang.

Dia mengatakan Argowijil mengangkat konsep kuliner tradisional yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Saat ini ada beberapa makanan tradisional berat, seperti tradisional luar Gunungkidul seperti pecel ponorogo. "Total untuk tahun ini yang daftar 90 orang pedagang yang berasal dari penduduk lokal," ucapnya.

Naryanto menjelaskan, untuk menambah daya tarik dan kenyamanan pengunjung, pihaknya membuat lampu dengan keranjang bambu, yang biasa untuk menaruh buah atau bunga.

Pasar tersebut dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gari. "Di sini semuanya dikonsep untuk mengakomodir masyarakat sekitar," katanya.

Menurut Nuryanto, nama Pasar Argowijil memiliki arti bahwa Argo dalam bahasa Jawa adalah "gunung atau gunungan", sedangkan wijil itu merupakan nama kawasan tersebut.

Pada awalnya Gunung Wijil ditambang oleh masyarakat sekitar untuk bahan material membangun muhala sekitar tahun 1976-an.

Saturday, November 2, 2019

Begini Prosedur Pengajuan Visa Jepang di Japan Visa Application Centre

Japan Visa Application Centre di Jakarta.

Kabar gembira bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Jepang. Kini proses pengajuan visa tak lagi harus dilakukan di Kedutaan Besar Jepang di Jalan M.H Thamrin, Jakarta.

Kedutaan Besar Jepang membuka Japan Visa Application Centre (JVAC), sebuah layanan terpadu untuk mengajukan visa ke Jepang yang resmi beroperasi pada Jumat (15/9/2017).

JVAC berlokasi di Mal Lotte Shopping Avenue, Jalan Prof Dr Satrio Nomor 3-5, Jakarta. JVAC bertempat di lantai 4 unit 33, tepatnya di sebelah bioskop XXI.

Ada beberapa prosedur yang harus dilalui oleh para pengaju visa ke Jepang di JVAC. Seperti yang dirangkum oleh KompasTravel dari acara inagurasi JVAC, Jumat (8/9/2017).

1. Waktu pengajuan aplikasi visa di JVAC dilaksanakan selama delapan jam, dari pukul 09.00-17.00 WIB.
2. Waktu pengambilan visa di JVAC dilaksanakan selama lima jam, antara pukul 10.00-15.00 WIB.
3. Tersedia 15 loket untuk pengajuan visa di JVAC. Untuk menghemat waktu, calon pengaju visa dapat melakukan reservasi pengajuan visa di situs resmi JVAC.
4. JVAC tutup pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur Kedutaan (hari libur nasional).
5. Biaya logistik untuk aplikasi visa Jepang dan Registrasi Bebas Visa e-paspor di JVAC dikenakan biaya per paspor. Dengan biaya Rp 155.000 untuk aplikasi visa, dan Rp 115.000 untuk registrasi bebas visa e-paspor.
6. Proses pengajuan hingga pengambilan visa membutuhkan waktu lima hari kerja, terhitung dari hari pengajuan. Setelah mengajukan bisa, pengaju dapat mengecek status visa melalui internet.
7. Bagi yang berdomisili di wilayah yurisdiksi Konsulat Jenderal Surabaya, Medan, Denpasar dan Kantor Konsuler Makassar, pengajuan tetap dilakukan di konsulat jenderal atau kantor konsuler masing-masing.
8. Mulai 15 September 2017, Kedubes Jepang tidak menerima lagi aplikasi visa, kecuali untuk pengajuan aplikasi visa registrasi bebas visa e-paspor (yang juga bisa diajukan di JVAC), visa diplomatik dan visa dinas, transfer visa dari paspor lama ke paspor baru, penerbitan visa yang berkaitan dengan masalah darurat kemanusiaan.

JVAC juga menyediakan layanan lain untum membantu pengajuan aplikasi visa seperti bantuan pengisian formulir aplikasi, photo booth, fotokopi, layanan informasi status visa lewat sms, dan pembayaran biaya visa lewat kartu kredit tentunya dengan biaya tertentu.

Perlu dicatat, meski proses pengajuan dan pengambilan visa ke Jepang dapat dilakukan di JVAC, tetapi keputusan akan penerbitan visa tetap dilakukan oleh pihak Kedubes Jepang.

Berapa Minimum Biaya Diving untuk Pemula di Raja Ampat?

Para diver wisatawan mancanegara diving di spot Kampung Wisata Yenbuba, di Pulau Manswar, Raja Ampat. Laut yang jernih, biota yang kaya, serta masih cukup terawat membuatnya jadi salah satu spot diving favorit di Raja Ampat.

Salah satu cara terbaik menikmati Raja Ampat adalah dengan menyelam atau diving. Bagi para penyelam, inilah biaya terkini untuk menyelam mulai bujet minimum di Raja Ampat, Papua Barat.

Raja Ampat memiliki 76dive spot yang sudah terdata dari 2.013 pulau besar maupun kecil. Jadi penyelam akan sangat puas mengeksplor keindahan bawah laut Raja Ampat.

Namun, letaknya yang cukup jauh dari pulau ke pulau membuat wisata di Raja Ampat membutuhkan biaya untuk transportasi kapal yang cukup tinggi. Dengan speedboat kapasitas 7-12 orang biaya perjalanan ke pulau-pulau mulai Rp 3-6 juta.

Sedangkan untuk diving dikelola oleh dive resort atau dive center di masing-masing pulau yang memiliki titik selam masing-masing. Jadi biaya biasanya di luar paket tur yang ada.

"Untuk satu kali diving itu berbeda-beda tiap dive resort. Mulai Rp 600.000 - Rp 750.000 tergantung jauh tidak spotnya, dan biasanya yang bagus makin mahal," ungkap Husen, salah satu guide senior di Raja Ampat kepada KompasTravel, Kamis (19/10/2017).

Biaya tersebut dikenakan jika diver membawa peralatannya sendiri, di luar tabung selam. Jadi mulai skin dive (baju selam), fin (kaki katak), masker selam, dan yang lainnya. Sedangkan jika hanya membawa badan saja, biaya alat dan total satu kali penyalaman berkisar Rp 1,1 juta sampai Rp 1,2 juta.

Karena pegelolaan diving dikelola masing-masong dive resort di pulau tersebut, oleh karena itu mayoritas biaya diving akan diperuntukkan bagi masyarakat yang ada di pulau tersebut. Salah satunya di desa wisata percontohan Arborek, distrik Meos Mansar.

"Ya diving ini jadi salah satu pemasukan untuk masyarakat," ujar Frans, guide dive (budies) untuk Pulau Arborek, Raja Ampat, saat dikunjungi KompasTravel, Kamis (19/10/2017).

Selain itu juga untuk budies, sewa dan isi tabung selam, hingga bensin kapal khusus menyelam yang akan membawa penyelam dari pulau ke titik selamnya.

Friday, November 1, 2019

Apakah Pemudik di Jawa Lebih Pilih Hotel Saat Mudik Lebaran?


Tren menginap di hotel saat Lebaran menjadi pilihan pemudik khususnya di wilayah Pulau Jawa. Hal itu diungkapkan oleh Chief Officer Communication & Co-Founder Tiket.com, Gaery Undarsa.

"Kalau dulu menginap di rumah orang tua atau keluarga, belakangan kami perhatikan orang mulai banyak booking hotel saat lebaran," kata Gaery kepada wartawan Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Ia memantau biasanya tingkat pemesanan kamar hotel terbilang rendah. Namun, mulai tahun 2016 tren menginap di hotel saat Lebaran meningkat terutama di Pulau Jawa.

"Kita melihat survei itu tren menginap di hotel itu tinggi. Kita melihat tren itu mulai dari tahun lalu sebenarnya. Menurut saya itu bukan untuk liburan tapi untuk Lebaran," jelasnya.

Biasanya hotel-hotel yang banyak terisi pada saat Lebaran adalah daerah yang menjadi destinasi mudik. Gaery menyebut destinasi-destinasi tersebut seperti Yogyakarta, Semarang, dan Cirebon.

" Hotel sekarang juga sudah murah. Itu sedang ingin kami pelajari tren itu. Dari tahun lalu sudah mulai naik (pemesanan kamar hotel saat Lebaran)," ujarnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI), Haryadi Sukamdani membenarkan tren menginap di hotel pada saat lebaran. Ia juga mengatakan hotel-hotel di daerah yang menjadi destinasi mudik akan naik okupansinya.

"Kalau di daerah tujuan mudik itu seperti Yogyakarta, Solo, Malang, Cirebon, Bandung. Biasanya puncaknya empat hari sebelum Lebaran dan mulai menurun empat hari sebelum Lebaran," kata Haryadi saat dihubungi KompasTravel.

Menurut Haryadi, pemilihan hotel sebagai tempat penginapan lantaran pemudik sudah tak punya keluarga di kampung halaman atau hanya ziarah kubur. Selain itu, faktor tak ada rumah di kampung halaman juga melatarbelakangi alasan menginap di hotel.

"Kalau tren ini sebenarnya sudah lama. Sekitar 15 tahun yang lalu," ujarnya.

Seorang warga Banten, Farchan Noor Rahman mengatakan tahun lalu sempat menginap di hotel pada saat Lebaran. Namun, kala itu Farchan hanya menginap satu hari di hotel saat mudik ke Yogyakarta.

Thursday, October 31, 2019

Aneka Pilihan Tempat Wisata Pasca Pilkada di Papua Barat


Papua Barat menawarkan beragam jenis wisata, dari alam sampai budaya. Jika Anda adalah warga Papua Barat, tak ada salahnya berwisata usai mencoblos di area tempat tinggal.

Berikut KompasTravel rangkum lima destinasi wisata pilihan yang bisa Anda nikmati di Provinsi Papua Barat.

Kabupaten Raja Ampat saat ini menjadi destinasi impian bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Raja Ampat tersohor oleh keanekaragaman biota laut dan keindahan alamnya.

Kabupaten yang terdiri dari 1.864 pulau ini memiliki empat pulau besar yaitu Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Hampir 80 persen wilayah dari Kabupaten Raja Ampat ini adalah perairan dan 20 persennya adalah daratan.

Untuk menuju Raja Ampat, wisatawan yang berasal dari luar Papua bisa terlebih dahulu naik pesawat terbang menuju Bandara Domine Eduard Osok di Sorong. Setelah itu bisa menuju langsung ke Pelabuhan Sorong untuk selanjutnya menyeberang ke Waisai menggunakan kapal.

TWA Gunung Meja terletak di Manokwari. Kawasan Gunung Meja sudah menjadi Taman Wisata Alam. Selain menjadi destinasi wisata, seluruh keanekaragaman hayati yang berada di Gunung Meja ini dilindungi pihak terkait.

Nama dari Gunung Meja ini didapat dari warga setempat yang menganggap puncak gunung ini berbentuk datar seperti meja jika dilihat dari kejauhan. Bentuk datar pada Gunung Meja di Manokwari ini didapat dari batuan padat yang terdapat di puncak gunung. TWA ini memiliki keanekaragaman flora dan fauna, terutama endemik Papua.

Mungkin Taman Nasional Teluk Cendrawasih ini kalah populer dibandingkan dengan Raja Ampat bagi sebagian wisatawan. Padahal, TN Teluk Cendrawasih menjadi habitat salah satu hewan laut terbesar di dunia yaitu hiu paus.

Keanekaragaman hayati di Taman Nasional Teluk Cendrawasih sangat beragam. Sekitar 500 jenis terumbu karang dan 950 jenis spesies ikan ditemukan di kawasan ini (sumber: wwf.or.id).

Wednesday, October 30, 2019

11 Maret, McDonald's Indonesia Bagi 1.000 Sarapan Gratis

Pramusaji melayani pembagian 1.000 cihicken muffin di McDonalds national breakfast day

McDonalds Indonesia akan kembali menggelar kampanye sarapan Nasional yang dikenal sebagai National Breakfast Day pada 11 Maret 2019.

Dalam acara ini McDoland's Indonesia membagikan 1.000 sarapan gratis McDonalds di 182 gerai yang berpartisipasi di seluruh Indonesia.

"Ini merupakan penyelenggaran National Breakfast Day (NBD) yang ketujuh kalinya. Tidak gampang untuk secara terus menerus selama tujuh tahun berturut-turut sebuah brand secara konsisten menggalakkan kampanye pentingnya kebiasaan sarapan di pagi hari," kata Assosiate Director of Communication McDonalds Indonesia, Sutji Lantyka sesuai siaran pers yang diterima KompasTravel, Rabu (6/3/2019).

"Ini menunjukkan komitmen kami untuk menekankan kembali pentingnya sarapan bagi kita. Melalui National Breakfast Day ini kami berharap dapat menginformasikan kepada para konsumen bahwa sarapan yang lezat, bergizi dan menyenangkan kami sajikan setiap pagi di menu sarapan McDonalds," lanjutnya.

Menu yang dipilih untuk National Breakfast Day 2019 adalah Chicken Muffin. Chicken Muffin merupakan salah satu menu yang digemari McDonald's, terdiri dari setangkup english muffin yang di panggang hingga berwarna coklat keemasan dipadu dengan gurihnya daging ayam goreng yang dibuat dari ayam pilihan dengan bumbu istimewa.

Pembagian Chicken Muffin akan diselenggarakan di 182 gerai McDonalds di seluruh Indonesia yang berpartisipasi untuk menggelar perayaan NBD tahun ini.

Masing-masing gerai membagikan 1.000 Chicken Muffin gratis dengan sistem konsumen yang pertama datang yang dilayani. Penyajian mulai pukul 06.30 hingga pukul 11.00 selama persediaan masih ada.

McDonalds Indonesia juga akan membagikan sarapan langsung kepada kelompok petugas pemadam kebakaran DKI Jakarta, pekerja konstruksi pembangunan MRT, pasukan kebersihan orange Jakarta, pengemudi taxi dan petugas Commuterline.

Kami menyadari kehadiran para petugas pelayanan publik tersebut sangat berarti bagi masyarakat, mereka bangun pagi lebih awal untuk membuat pagi hari kita menjadi lebih baik. Karenanya kami ingin berterima kasih dan berbagi kegembiraan sarapan bersama mereka, ujar Sutji.

Tuesday, October 29, 2019

Antoine Audran, Koki Perancis yang Cinta Makanan Indonesia


Usai menikmati gulai, rendang, gohu ikan, sate buntel, bubur kelor, dan urap, tiba saatnya untuk menikmati makanan penutup.

Seorang laki-laki berusia paruh baya bertubuh gempal tiba-tiba datang ke meja makan, membawa dua nampan besar berisi kue lumpur.

"Masih hangat, baru keluar dari oven kuenya!" katanya dengan logat khas yang tak begitu kentara.

Laki-laki tersebut berdiri di depan saya, tersenyum lebar. Dari hidung yang mancung menukik, bola matanya yang tak bewarna hitam, serta perawakannya, jelas ia bukan orang Indonesia.

Ia kemudian diperkenalkan sebagai Antoine Audran, executive chef di Restoran Kaum. Seorang Perancis yang memasak semua hidangan Indonesia yang baru saja saya santap dengan lahap!

"Saya sudah 20 tahun di Indonesia. Awalnya saya suka makanan Indonesia, karena tak ada makanan Perancis yang enak di sini, kecuali saya masak sendiri," kata Audran dengan bahasa Indonesia yang fasih.

Akhirnya Audran berkisah mau tak mau ia harus menyantap makanan lokal setempat, tak sangka ternyata ia justru jatuh cinta kepada makanan Indonesia sejak saat itu.

Cinta Audran kepada makanan khas Indonesia bukan manis di mulut saja. Sang koki berkeliling Indonesia sampai ke daerah pelosok untuk mencari bahan baku terbaik. Ia juga belajar memasak dari orang lokal.

"Waktu itu pernah ke daerah Wakatobi, saya pergi ke pulau cari kacang mede, di kapal terombang ambing, ada kali satu minggu baru bisa pulang," kata Audran menceritakan pengalamannya pada jurnalis yang hadir di acara Kaum Media Gathering, di Restoran Attarine, Senopati, Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Kue lumpur yang baru saja ia buat, juga dipelajarinya dari pedagang kue lumpur di daerah Sidoarjo.

Audran dengan semangat bercerita ketika bereksperimen membolongi kaleng biskuit di rumahnya sebagai tempat arang. Tak lain untuk menjadi wadah memasak kue lumpur. "Lumayan loh hasilnya," kata Audran jenaka.

Wajah Audran kemudian tampak serius ketika ditanya manakah tempat di Indonesia yang membekas baginya.

"Di hutan Kalimantan, Dayak. Saya suka filosofi mereka. Saya iri sekali dengan orang Dayak. Mereka itu punya supermarket alam. Mau masak, tinggal keluar rumah, petik daun, petik buah. Enak sekali. Sudah pernah ke Kalimantan?" balas Audran.

Sunday, October 27, 2019

5 Acara Seru di Kota Solo pada Lebaran 2019

Salah Satu Sudut Kota Surakarta

Berlebaran tentu tidak hanya sekadar bersilaturahim dengan keluarga tercinta. Ada banyak aktivitas menarik lain yang bisa dilakukan, selagi masih liburan.

Berkunjung ke Kota Solo, Jawa Tengah, saat momen lebaran 2019 merupakan pilihan yang tepat. Ada banyak agenda di "Kota Bengawan" ini yang khusus diselenggarakan untuk membuat momen Idul Fitri semakin berkesan.

Ini dia 5 acara seru di Kota Solo selama momen lebaran 2019:

Buat kamu yang tidak sempat merasakan momen Sekaten, maka acara serupa kembali diadakan di Alun-alun Selatan Keraton Surakarta Hadiningrat.

Acara bertajuk Pasar Rakyat Surakarta ini telah digelar sejak 17 Mei 2019 dan akan berlangsung sampai 16 Juni 2019.

Hampir sama seperti momen Sekaten, ada banyak wahana permainan yang bisa dijajal di pasar malam ini, seperti bianglala sampai kapal kora-kora.

Selain itu, kamu juga bisa membeli aneka pernak-pernik hingga sajian kuliner di sana.

Pertunjukan Sendratari Ramayana memang secara rutin diselenggarakan di Taman Balekambang, Kota Solo pada malam bulan purnama setiap bulan.

Namun pada momen lebaran 2019 ini, ada pertunjukan Sendratari Ramayana yang spesial.

Bertempat di Panggung Terbuka Benteng Vastenburg, pertunjukan Sendratari Ramayana yang mengambil bagian adegan Shinta Obong akan digelar selama tiga hari berturut-turut, yakni mulai tanggal 7 sampai 9 Juni 2019.

Kamu tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk bisa menikmati pertunjukan tersebut alias gratis. Langsung saja datang ke venue pertunjukan. Open gate akan dimulai pukul 17.00 WIB.

Gelaran pasar malam ternyata tidak hanya bisa ditemukan di Alun-alun Selatan Keraton Surakarta Hadiningrat saja. Pasar malam juga diadakan di Pasar Ngarsopuro yang berada di depan Istana Mangkunegaran.

Bertajuk Bakdan ning Ngarsopuro atau Lebaran di Ngarsopuro, pasar malam ini akan digelar setiap hari mulai sejak 1 Juni sampai 8 Juni 2019 pukul 18.00-22.00 WIB. Pasar malam ini tentu akan semakin mewarnai suasana malam di Kota Solo saat momen lebaran.

Selain terdapat aneka barang dagangan yang bisa dibeli untuk oleh-oleh, pasar malam ini juga semakin lengkap dengan live music dan zona selfie.

Bagi kamu yang masih bingung akan ke mana saat momen libur lebaran di Solo, maka berkunjung ke Taman Satwa Taru Jurug merupakan alternatif yang tepat. Ada banyak acara di sana pada momen lebaran 2019 ini.

Bertajuk Pekan Syawalan, acara akan berlangsung dari pagi hingga petang sejak tanggal 5 Juni sampai 9 Juni 2019.

Puncak acara ini adalah Kirab Joko Tingkir, Sendratari Kolosal Joko Tingkir, dan Pesta Ketupat yang akan digelar pada 9 Juni 2019 pukul 10.00 WIB.

Taman Balekambang merupakan tempat rekreasi favorit masyarakat Kota Solo bersama keluarga. Guna semakin memeriahkan momen lebaran, akan digelar acara Bakdan ning Balekambang.

Acara yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia Lebaran di Balekambang ini akan digelar mulai tanggal 4 sampai 9 Juni 2019 pukul 08.00-17.30 WIB.

Berbagai acara akan memeriahkan Bakdan neng Balekambang, seperti stan kuliner, pentas seni, dan permainan tradisional.

Saturday, October 26, 2019

2 Tradisi Adat Unik di Bangka Selatan, Sudah Pernah Lihat?

Jalan Raya Jenderal Soedirman, Toboali, Bangka Selatan.

- Toboali City of Fire Season III akan kembali digelar di Toboali, Bangka Selatan, Bangka. Acara unggulan pariwisata provinsi Bangka Belitung ini telah diselenggarakan selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2016.

Event dengan kolaborasi dari beberapa kegiatan baik yang bersifat seni budaya, olahraga maupun pariwisata yang dilaksanakan selama tiga hari penuh, 28-30 Juli 2018.

Bila ingin berlibur ke Bangka Selatan, Anda dapat mengunjungi acaraToboali City On Fire dan menyaksikan berbagai tradisi adat unik Bangka Selatan.

Berikut dua tradisi adat unik Bangka Selatan yang dapat Anda nikmati.

Tradisi ini disebut Makan Tanggong 1.000 Dulang. Warisan budaya yang telah turun-menurun ini dilakukan untuk mengingat kebiasaan nenek moyang makan dulang bersama.

Makan berdulang merupakan tradisi adat istiadat makan bersama tanpa memandang status sosial dari masyarakat yang mengikuti tradisi dari Pulau Belitong ini.

Nganggung adalah budaya membawa makanan lengkap di atas dulan yang akan ditutup dngan tudung saji merah bermotif.

Dulang adalah nampan yang dibuat dari kuningan berbentuk bulat. Para masyarakat akan duduk lesehan bersama-sama sambil turut menyantap menu-menu di dulang.

Bangka Selatan dengan bentangan laut dan pantai yang bergitu luas identik dengan masyarakat pesisir. Setiap tahunnya masyarakat pesisir memiliki agenda Buang Jung yang memiliki tujuan untuk merawat dan melestarikan habitatnya.

Warisan budaya ini biasa dilakukan sekitar bulan Juli-Agustus. Pada saat itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam bentuk apapun di laut.

Setelah satu minggu, tradisi adat ini akan diakhiri dengan membuang kapal atau yang biasa disebut masyarakat sekitar dengan sebutan Jung.

Ritual ini terbilang unik karena masyarakat berbondong-bondong melarung persembahan berbagai hasil bumi ke laut dengan menggunakan Jung. Ritual akan dipandu oleh pawang atau dukun.

Selain untuk merawat dan melestarikan laut, masyarakat Toboali Bangka percaya ritual Buang Jung merupakan cara untuk berbagi kemakmuran antara hasil laut dan hasil darat.

10 Tips Mengunjungi Big Bad Wolf 2019 pada Akhir Pekan

Antrean Big Bad Wolf Jakarta 2019 sekitar pukul 19.00 di hari preview sale.

Bagi para penggemar buku, bazar buku Big Bad Wolf (BBW) tentu saja menjadi kesempatan langka yang begitu dinanti. Pada ajang inilah seabrek buku impor dapat dibawa pulang dengan harga miring.

Tahun ini, BBW Jakarta 2019 memboyong sekitar 5,5 juta buku untuk dijual selama 24 jam nonstop, terhitung sejak tanggal 1 - 11 Maret nanti, bertempat di hall 6-10 ICE BSD, Banten. Imbasnya, bazar ini akan ramai dijejali pengunjung, terutama pada akhir pekan.

Bagi Anda yang baru akan memulai debut berburu buku di BBW, berikut KompasTravel merangkum beberapa kiat yang dapat Anda lakukan agar belanja buku terasa nyaman:

Harga buku impor yang sedemikian murah sanggup membuat Anda lupa daratan, terlebih bila Anda akan membayarnya dengan kartu kredit. Sebaiknya, catatlah daftar buku yang ingin diburu di BBW atau buat semacam anggaran batas atas supaya belanja buku tidak kalap.

Selain itu, Anda pun dapat membawa tas berukuran kecil demi membatasi belanja. Hal ini dilakukan oleh Nabilla (20), seorang mahasiswi universitas negeri di Depok, Jawa Barat.

Paling cuma belanja 6-7 buku. Sengaja tas saya juga cuma muat segitu, katanya saat ditemui KompasTravel pada preview sale BBW.

Jumlah trolley yang tersedia di BBW tidak cukup untuk semua pengunjung, ditambah keberadaan agen-agen jastip (jasa titip) yang bisa memborong 3 trolley sekaligus. Kebanyakan trolley sudah habis menjelang tengah hari.

Apabila Anda hendak memborong buku, ada baiknya membawa koper untuk memudahkan pergerakan dan mengurangi rasa pegal, karena hampir tidak mungkin Anda hanya mampir sebentar ke BBW.

Rata-rata pengunjung, sih, enaknya minimal 3 jam keliling-keliling, ujar Uli Silalahi kepada KompasTravel beberapa waktu lalu.

Kalau Anda ingin membawa ransel berukuran besar, pastikan ransel dalam keadaan kosong. Berdasarkan pengalaman KompasTravel, satu-dua botol mineral berukuran 600ml akan terasa beratnya ketika telah berkeliling lebih dari 4 jam.

Ingat, Anda akan berkeliling selama 3-5 jam. Pada akhir pekan, arena bazar BBW akan dipadati lautan manusia yang membuat suhu ruangan sedikit gerah. Kenakan baju dan celana yang nyaman serta alas kaki yang tidak membuat kaki cepat pegal.

Friday, October 25, 2019

Banyuwangi Diusulkan Jadi Geopark Nasional

Pantai Pulau Merah di Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Banyuwangi diusulkan menjadi Taman Bumi ( Geopark) nasional. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Jejaring Geopark Indonesia Mirawati Sudjonosaat bertemu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (14/2/2018).

Dalam pertemuan tersebut Mirawati mengungkapkan berdasar hasil pengamatan tim Jejaring Geopark, Banyuwangi layak untuk dijadikan taman bumi nasional.

Hal itu, menurut Mira, karena sumber daya alam Banyuwangi memiliki tiga kekhasan geologi yang distandarkan Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Budaya Perserikatan Bangsa-bangsa (UNESCO).

Ketiga kekhasan tersebut adalah geodiversity (keragaman bumi), biodiversity (keragaman hayati) dan cultural diversity.

"Secara geologis, di sini ada pantai dan gunung yang masih terjaga kealamiannya, yang didukung biodiversity-nya.Sementara, dari cultural diversity-nya, Banyuwangi dihuni suku yang beragam. Dari semua kekhasan ini, Banyuwangi memungkinkan meraih status geopark nasional, katanya.

Konsep geopark sendiri mengacu pada pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Diperkenalkan pertama kali oleh UNESCO pada 2000-an, geopark tidak hanya menjaga kelestarian alam, namun juga meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Saat ini, hanya ada dua geopark di Indonesia telah masuk warisan UNESCO, yakni Geopark Gunung Batur (Bali) dan Geopark Gunungsewu (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Rencananya, tahun ini juga (2018), kita akan usulkan Banyuwangi sebagai taman nasional geopark, kata Mirawati yang juga mantan Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB ini.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merasa senang atas kedatangan tim Jejaring Geopark. Usulan ini, kata Anas, melengkapi prestasi Banyuwangi di mana Taman Wisata Alam Gunung Ijen danTaman Nasional Alas Purwodi Kabupaten Banyuwangi ditetapkan sebagai jaringan CagarBiosferdunia oleh UNESCO) pada Maret 2016 lalu.

Menurut Anas, dengan ditetapkannya Banyuwangi sebagai taman nasional geopark akan menjadi nilai tambahbagi Banyuwangi.

Dengan menjadi geopark, ada beberapa keuntungan yang didapatkan. Pertama, adalah keuntungan ekologi. Artinya, sumber daya alam (SDA) hayati dan budaya dalam cagar biosfer terlindungi dan terkelola dengan baik, pungkas Anas.

Ajak Keluarga, Menjajal Petualangan di Pasir Langlang Purwakarta!


- Hari menjelang sore saat Kompas.com memasuki kawasan Legok Barong, Purwakarta. Suasana di situ terasa sangat berbeda. Jika di pusat kota begitu panas, di sini sejuk bukan main.

Legok Barong berada di perbukitan Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiarapedes, di dataran tinggi Purwakarta. Karenanya, hawa daerah ini sejuk dengan "bonus" pemandangan yang indah.

Sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi pemandangan hamparan kebun teh, hijaunya hutan, dan segarnya pohon pinus. Di sini Anda bisa mematikan AC, membuka jendela dan merasakan semilir angin yang benar-benar segar.

Selanjutnya, tibalah Anda di lokasi wisata Pasir Lalang Panyawangan. Dalam bahasa Sunda, pasir berarti bukit. Adapun lalang merupakan istilah yang biasa digunakan untuk merujuk pada suasana pengembaraan.

Sementara itu, panyawangan berarti menerawang ke masa lalu. Ini untuk menggambarkan nuansa kolosal pengembaraan para pendekar pada masa kerajaan Sunda masa lalu.

Sesuai namanya, Pasir Langlang Panyawangan menyuguhkan keheningan, ketenangan, dan kesegaran luar biasa. Di sinilah wisatawan bisa betah berlama-lama.

Bagi yang ingin mengabadikan keindahan, beberapa spot di Pasir Langlang cocok dijadikan tempat swafoto. Namun, bagi Anda yang ingin memacu adrenalin, silakan berjalan kaki ke atas bukit menuju Gua Panyileukan dan Curug Cimanah Rasa.

Perjalanan ke Curug Cimanah Rasa bisa ditempuh sekitar satu jam dengan jarak dua kilometer. Anda akan melalui jalan setapak berbatu dengan kontur jalan naik dan turun. Rasa lelah sedikit berkurang dengan suasana hutan tropis. Pohon-pohon besar, berbagai bunga, dan sejuknya membuat perjalanan makin asyik.

"Capek memang, apalagi bagi yang tidak biasa berolahraga. Tapi, ini menyenangkan, karena di kota ga ada tempat seperti ini," ujar Andri, wisatawan asal Jakarta.

Agar tidak gampang lelah, sambung Andri, enaknya memang pergi rame-rame. Jadi, di sepanjang jalan bisa bercengkrama dan memilih tempat-tempat asyik untuk mengabadikan momen kebersamaan.

Memilih air terjun, misalnya, Anda bisa berenang sepuasnya dan merasakan dinginnya air. Walau Curug Cimanah Rasa tidak terlalu tinggi dan debit airnya tidak besar, sangat menyenangkan mandi di sini, terutama setelah perjalanan melelahkan.

Tempat ini juga cocok digunakan untuk acara keluarga. Anak-anak akan disuguhi banyak tantangan.

"Jalurnya tidak berat. Cocok untuk tempat liburan keluarga," imbuhnya.

Untuk mencapai Pasir Langlang Panyawasan, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Jalan Kapten Halim Purwakarta menuju arah Wanayasa. Perjalanan ditempuh melewati pasar setempat hingga sampai ke Gapura Desa Pusaka Mulya, Kiarapedes.

Selepas gapura tersebut, Anda tinggal lurus dan akan menemukan petunjuk jalan menuju Pasir Langlang Panyawangan Purwakarta.

Untuk masuk ke lokasi wisata ini, wisatawan cukup mengeluarkan uang Rp 5.000. Namun, bagi yang berniat berkemah dikenakan biaya Rp10.000.

Tapi, jika berniat menyewa pemandu, tenda, kantung tidur, matras, dan satu set alat masak, wisatawan akan dikenakan biaya tambahan Rp330.

Nah, bagi yang ingin menikmati Pasar Langlang dari atas hammock, Anda cukup mengeluarkan Rp15.000. Selamat bertualang!

3 Tempat Ngemil Serabi di Yogyakarta

Surabi Bu Ngadinem di Yogyakarta.

Thursday, October 24, 2019

Anak Usia 7 Tahun, Yuk Ajak Panjat Tebing Gunung Parang

Bening memanjat tebing Gunung Parang, Purwakarta, menggunakan teknik yang disebut via ferrata atau naik menggunakan tangga baja, Minggu (2/7/2017)

- Ketika anak Anda memasuki usia 7 tahun, tentu mau dong mengajaknya lebih dekat lagi dengan kegiatan alam bebas, salah satunya panjat tebing. Rata-rata anak minimal usia tersebut dinilai aman berkegiatan ke jenjang yang lebih menantang.

Nah, kalau mau, patut dicoba nih, panjat tebing di Gunung Parang, Purwakarta. Jangan bayangkan dulu kengerian merayap dan bergelantungan di paras tebing nan tinggi. Saat ini, di Gunung Parang sudah ada namanya via ferrata, yaitu panjat tebing menggunakan tangga baja.

Meskipun via ferrata Gunung Parang sudah dikenal kalangan dewasa pegiat alam bebas. Namun, banyak yang belum tahu, sebenarnya kegiatan ini juga bisa dilakukan bersama anak-anak lho

Badega Gunung Parang, adalah salah satu operator yang Kompas.com percaya untuk memandu via ferrata bersama anak-anak saat libur sekolah lalu. Satu hal yang harus diperhatikan adalah, bahwa panjat tebing bukan kegiatan tanpa risiko, tapi tidak perlu khawatir, kita menggunakan peralatan pengaman yang standar dan didampingi pemandu profesional.

Selama mematuhi prosedur penggunaan alat dan mengikuti arahan pemandu, via ferrata akan dirasakan anak-anak layaknya piknik menggembirakan, tapi yang ini akan lebih menantang buat mereka.

Peralatan seperti harness ukuran paling kecil untuk anak usia 7 tahun tergantung besar badan, peralatan lainnya standar, akan diajari, dan dibantu oleh pemandu, ujar Danni Daelami, koordinator pemandu Badega Gunung Parang.

Ia menyiapkan rute via ferrata untuk anak-anak dan keluarga setinggi 100 dan 200 meter, yang dapat ditempuh dengan waktu 2 jam turun dan naik. Tarif sewa alat, kursus dan pemandu, berbeda-beda tiap ketinggian. Informasinya bisa dilihat di akun instagram @badegaparang.

Dari empat orang anak yang mencoba via ferrata bersama Kompas.com, dua anak memilih turun setelah naik setinggi 10 meter. Emosi mereka meluap-luap, mulai dari ketakutan, panik, takjub, hingga terharu saat menginjak tangga demi tangga untuk menambah ketinggian.

Inilah saat yang tepat bagi anak-anak untuk belajar langsung mengelola emosi diri. Di saat kepayahan dan kelelahan, suasana hati dan karakter anak yang sesungguhnya akan mudah terlihat.

Pemandu atau orangtua yang mendampingi hanya memberi pandangan dan semangat, bahwa mereka pasti mampu mengatasi diri, mengubah kepanikan menjadi kegembiraan. Karena kalau panik biasanya bikin semuanya buta dan justru bahaya, ujar Deden, seorang pemandu.

Meskipun anak-anak pada dasarnya senang tantangan dan eksplorasi, layak dipahami agar orangtua tidak memaksakan kehendak. Biarkan anak-anak yang memilih, mau atau tidak.


  1. Anak-anak wajib didampingi orangtua dan pemandu.
  2. Kenali riwayat penyakit anak yang berbahaya untuk panjat tebing seperti gangguan jantung, darah tinggi, dan penyakit paru-paru.
  3. Meskipun via ferrata tidak membutuhkan keahlian khusus, tapi wajib kenali psikologis dan fisiologis anak. Jangan paksa anak yang fobia ketinggian atau ketika sudah lelah.
  4. Ajak anak untuk selalu gembira selama pemanjatan tebing.
  5. Jangan paksakan anak-anak sampai di puncak atau akhir. Ingat, yang jadi target penting bukan puncak melainkan pelajaran mengelola emosi.


Itulah beberapa tips awal, selebihnya adalah tips yang bersifat teknis yang disampaikan langsung oleh giude di lapangan.

Ada satu hal yang tidak kalah penting yang akan didapat oleh anak-anak, yaitu kemandirian. Karena mereka akan mendaki dengan kepala, tangan dan kaki sendiri, gak mungkin kan digendong?

Begini Bentuk Rumah Tradisional Masyarakat Nomaden di Dubai

Wisatawan tengah memotret rumah Tradisional masyarakat Semanjung Arab yang menjadi koleksi Dubai Museum di Dubai, Uni Emirat Arab.

- "Ini rumah di tengah padang pasir. (Orang) Bedouin selalu berpindah. Karena mereka nomaden," kata pemandu wisata program Dubai Familiarization Trip, Mohammed Rahamtullah saat menemani rombongan wartawan berkeliling rumah tradisional "Al Khaimah and Al Arish". Saya tercengang, begitu melihat langsung rumah tradisional tersebut.

Warna coklat terasa sangat mendominasi rumah.Rumah tradisional di Semenanjung Arab biasa terbuat dari daun pohon palem.

Rumah ini adalah rumah primitif yang biasanya digunakan orang Bedouin yang tinggal di Semenanjung Arab. Orang Bedouin sendiri adalah orang Arab yang tinggal nomaden berpindah-pindah di area gurun pasir.

Begitu saya mulai menjelajah Al Khaimah and Al Arish, di bagian teras, ada tiga bangku panjang. Pintu masuk di bagian tengah. Jendela rumah hanya berbentuk celah-celah .

Mohammed menunjukkan cerobong yang ada di salah satu ruang. Ia menyebutkan ventilasi yang berbentuk cerobong itu terbuat dari kayu. Cerobong itu memiliki atap yang melindungi air hujan masuk.

"Bayangkan cuaca gurun yang panas. 50 derajat, kita ada punya udara. Di sisi lain, kayu menangkap dan menyerap 90 persen udara yang lembab dan membuat udara lebih dingin. Ini ventilasi tertua di dunia," kata Mohammed.

Di bagian dalam ada kamar tidur masyarakat Uni Emirat Arab. Ada semacam bangku yang digunakan untuk duduk dengan cara lesehan. Di sudut-sudut kamar, terdapat peralatan-peralatan penyimpanan barang-barang.

Pada interior rumah dilapisi tikar dengan motif. Adapula anyaman-anyaman yang dipajang di dinding rumah. Bangku dan karpet juga digelar di lantai untuk duduk.

"Kalau kalian datang ke rumah ibu saya, kalian akan duduk di lantai. Ini adalah budaya tertua kami untuk duduk di lantai. Ini sangat nyaman dan sehat meskipun sudah generasi tua," ujarnya.

Masih di ruang yang sama, ada semacam ruang toilet. Namun, menurut Mohammed, itu bukanlah toilet.

"Semua urusan buang air itu dilakukan di gurun pasir. Ini adalah tempat menyimpan air," katanya.

Setelah berkeliling, saya merasa semakin penasaran bagaimana masyarakat yang tinggal di Semenanjung Arab. Tak terbayangkan, mereka hidup nomaden di tengah gurun. Sayang, waktu saya terbatas untuk lebih merasakan.

Dubai Museum sendiri berada di area Benteng Al Fahidi yang berdiri sejak tahun 1.800. Wisatawan bisa masuk dengan membayar tiga dirham Uni Emirate Arab untuk bisa melihat rumah tradisional juga benda-benda lainnya.

Rumah tradisional masyarakat Uni Emirates Arab terasa kontras. Ya, bila dibandingkan dengan bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Rumah tradisional hanya berbahan daun palem, sementara Burj Khalifa dari konstruksi baja serta kaca yang mengkilap.

Wednesday, October 23, 2019

6 Kuliner di Sekitar Dieng, Cocok buat Kamu Nih...Ada Mi Ongklok!

Wisatawan menikmati embun beku yang muncul akibat penurunan suhu hingga minus tujuh derajat celcius di kompleks Candi Arjuna, di dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019). Embun beku yang muncul akibat penurunan suhu ekstrem hingga di bawah nol derajat celcius, telah terjadi sebanyak sepuluh kali sejak pertengahan Mei, dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Suhu Dataran Tinggi Dieng di Jawa Tengah yang ekstrem menyebabkan kawasan rerumputan sisi timur Candi Arjuna mengalami fenomena embun beku. Fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatwan yang ingin melihat langsung Salju Jawa di tempat berjuluk Negri Para Dewa ini.

Sembari menikmati embun beku yang laksana salju di hamparan rerumputan Dieng, kamu bisa sekalian menjajal aneka rupa kuliner khas yang banyak dijajakan di sekitar kawasan Komplek Candi Arjuna.

Berikut ini kuliner yang bisa Kamu nikmati saat berkunjung ke Dieng di musim salju ini:

French Fries ala Dieng, bisa kamu nikmati di beberapa warung yang berjualan di dekat padang rumput di sebelah timur Candi Arjuna.

Dieng merupakan salah satu daerah penghasil kentang terbaik di Indonesia! Bahkan, kentang Dieng sudah terkenal sampai ke mancanegara. Konon, kualitas kentang Dieng ini sangat baik. Daya tahannya jauh lebih baik, jika dibandingkan kentang dari daerah lain.

Kadar air kentang dari Dieng rendah. Inilah yang membuat kentang Dieng tidak mudah busuk. Selain itu kandungan karbohidrat dan gulanya juga rendah. Karena itulah, sebagian kentang Dieng ini pun diekspor ke beberapa negara.

Salah satu hidangan dari negri para dewa yang tak layak kamu lewatkan ialah tempe kemul. Tempe ini disebut tempe kemul lantaran tempe yang digoreng diberi kemul (selimut) tepung yang cukup lebar dan tebal.

Tempe kemul juga memiliki warna kuning yang menggoda lantaran penggunaan kunyit sebagai bumbu, juga terdapat potongan daun-daun kucai yang makin membuat tempe ini terlihat semakin lezat.

Menyantap lezatnya tempe kemul yang khas tentunya bakalan makin nikmat di tengah udara dingin yang berhembus ketika menonton embun es Dieng

Carica merupakan manisan khas Dieng yang kerap dijadikan oleh-oleh. Makanan ini berasal dari buah carica yang termasuk dalam rumpun papaya.

Bentuk buahnya mirip pepaya, namun ukurannya lebih mini dengan rasa buah yang agak masam dan sedikit kenyal.

Secara taksonomi, tanaman ini memang masih satu keluarga denganpepaya. Nama ilmiahnyaCaricapubescens.Di Indonesia konon carica hanya bisa dijumpai di Gunung Dieng.

Di lereng gunung itu pun tidak semua tempat cocok ditumbuhi pohon ini. Semakin ke bawah, semakin sulit tumbuh.

Itulah kenapa, jika datang ke Dieng Kamu tidak boleh melewatkan makanan dari pepaya mini Dieng ini.

9 Taman Cantik untuk "Ngabuburit" di Bogor


Bogor bisa jadi alternatif liburan untuk akhir pekan. Meski Ramadhan, Anda tetap bisa menikmati kota rindang ini dengan ngabuburit ke beberapa tempat.

Beberapa taman kota di Bogor jadi favorit warga dan wisatawan untuk ngabuburit. Selain menikmati hawa yang rindang, pengunjung juga bisa berburu takjil untuk berbuka puasa.

Dari rilis Ezytravel.co.id yang diterima KompasTravel, Senin (29/5/2017), berikut 9 taman cantik di Bogor yang bisa jadi opsi tempat ngabuburit.

Saat Ramadhan terutama sore hari, taman ini penuh dengan pengunjung yang menikmati waktu ngabuburit. Anda bisa jalan santai, bercengkrama dengan teman atau keluarga, dan menikmati rindangnya pepohonan.

Taman ini jadi lokasi favorit untuk duduk santai. Pada sore hari, Anda juga bisa jalan santai atau jogging di trek yang tersedia.

Taman yang berlokasi di samping Stasiun Bogor dan Pasar Anyar Bogor ini sangat strategis sehingga jadi tujuan banyak pengunjung.

Taman ini sedikit tersembunyi, dan tidak memiliki lahan untuk pedagang kaki lima. Anda juga bisa jalan sedikit ke arah Istana (taman ekspresi/lapangan sempur) atau ke kanan menuju air mancur.