Sunday, August 18, 2019

4 Hal yang Pasti Kamu Temukan saat Mudik Lewat Jalur Pantura

Kendaraan terjebak macet di Jalur Pantura Tegal, Jawa Tengah, Minggu (17/6/2018). Memasuki H+2, volume arus balik dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta di jalur Pantura mulai meningkat yang mengakibatkan kemacetan panjang mencapai lima kilometer.

- Buat kamu yang mudik, Jalur Pantai Utara ( Pantura) Jawa pasti menjadi salah satu pilihan untuk mudik dalam rangka merayakan libur Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman. Pilihannya mulai dari roda empat maupun roda dua. Tak jarang pula, pemudik memilih transportasi umum untuk pergi ke tempat tujuan.

Kamu yang melintasi jalur Pantura akan selalu menemukan beberapa hal yang mungkin sudah menjadi pemandangan umum. Berikut KompasTravel menghimpun empat hal yang selalu ditemukan saat melintasi Jalur Pantura:

Sesuai dengan namanya, jalur mudik pantura menyuguhkan banyak pantai yang bisa dilihat para pelintas di sisi kendaraan.

Kamu bisa rehat sejenak di beberapa pantai dengan menikmati hamparan laut yang biru, bermain air dengan keluarga, atau bersantai mencicipi hidangan laut di pinggir pantai yang menggugah selera.

Kehadiran pantai ini juga bisa dijadikan objek foto menarik untuk diunggah di media sosial sebagai edisi libur lebaran.

Karena melewati banyak kota di Pulau Jawa, kamu yang melintasi jalur pantura juga disuguhkan dengan destinasi kuliner yang banyak pula.

Kamu bisa menikmati berbagai kudapan khas dari ragam kota yang terdapat di Jalur Pantura saat lelah berkendara atau dibeli untuk dijadikan oleh-oleh untuk tetangga di sekitar rumah.

Wisata alam, budaya, hinga tempat rekreasi keluarga siap membasmi kepenatan kamu ketika melalui lintasan panjang, jalur mudik Pantura di siang bolong maupun malam hari.

Selain itu, tempat wisata di Pantura juga bisa memberikan pengalaman menarik di perjalanan mudik.

Sebut saja tempat wisata Museum Batik di Pekalongan, kamu bisa mempelajari cara pembuatan batik sekaligus menambah wawansan keindahan batik lokal yang dipamerkan di sana.

Entah kebetulan atau tidak, kamu pasti enemui setidaknya satu perbaikan jalan di Jalur Pantura. Entah itu menambal jalan, mengaspal, atau perlebaran jalan.

Perbaikan jalan di Pantura memang kerap dilakukan yang biasanya bertujuan untuk mempersiapkan jalur Pantura agar pemudik dapat nyaman dan aman.

Saturday, August 17, 2019

4 Destinasi Religi yang harus Anda Kunjungi di Bangladesh

Arsitektur masjid Shait Gumbat menyerupai benteng dengan puluhan lorong.

Negeri di Asia Selatan punya jejak peradaban yang kaya. Berbagai karya sastra, pemikiran, bahkan agama dapat dilacak jejaknya dari sana.

Bicara soal Asia Selatan, India tentu jadi nama pertama yang akrab di telinga. Namun, Bangladesh turut termasuk dalam negeri Asia Selatan yang tak kalah kaya soal peradaban.

Kebudayaan di Bangladesh telah melalui proses berabad-abad dan merupakan hasil pertemuan beragam budaya. Meskipun kini dihuni oleh 90 persen penduduk Islam, namun jejak kebudayaan Hindu, Buddha, Jain, dan Islam turut andil dalam membentuk budaya Bangladesh.

KompasTravel merangkum beberapa peninggalan di Bangladesh untuk Anda yang tertarik menelusuri jejak tersebut ketika melancong ke negeri Bengal ini:

Stupa tanah liat setinggi 20 meter merupakan ciri utama kompleks Wihara Somapuri di Paharpur. Lantai stupa ini dilapisi oleh lapisan tanah liat lain yang membentuk berbagai manusia dan makhluk dalam berbagai pose.

Wihara ini dipagari oleh 177 kamar mungil yang dulu diperuntukkan bagi para biarawan dan ruang meditasi. Kendati dikenal sebagai wihara, namun dari gaya arsitekturnya, kompleks bangunan ini juga pernah dipakai oleh kalangan Hindu dan Jain.

Pengaruh Jain terlihat pada bagian chaturmukha dan patung Manzuri. Sementara itu, pengaruh Hindu dapat dikenali dari relief kisah Mahabarata dan Ramayana, selain patung Ganesha dan bayi Krishna.

Masjid yang berdiri di Kota Bagerhat ini adalah masjid terbesar sekaligus masjid tradisional termegah se-Bangladesh. Dibangun dari batu-batu bata, masjid yang tampak serupa benteng ini menampakkan pengaruh Turki yang amat jelas.

Para wisatawan yang hendak mengunjungi masjid ini mesti memiliki tiket masuk. Di samping itu, seringkali turis-turis wanita tidak diperbolehkan memasuki bangunan berusia lima abad ini.

Kuil ini berada di Dinajpur. Mirip dengan Candi Prambanan, Kuil Kantanagar yang dibangun pada abad ke-18 ini dipenuhi dengan relief kisah-kisah Hindu. Namun, di samping itu juga terdapat relief yang bercerita mengenai kehidupan sosial Bangladesh zaman dulu.

Dulu, sebanyak sembilan menara bertingkat yang dipenuhi ornamen pernah bercokol di atap bangunan ini. Namun, semua hancur oleh gempa besar pada 1897 yang mengguncang Bangladesh menghancurkannya dan hingga kini tidak digantikan.

Festival Maha Raas Leela yang telah berabad-abad menjadi tradisi senantiasa digelar di sini pada purnama di akhir November atau awal Desember. Festival ini merayakan lahirnya Krishna dan setiap tahun memikat hampir 200 ribu peziarah.

Biara ini termasuk salah satu lokasi ziarah utama di Bangladesh, dibangun untuk menghormati tokoh sufi Bengal, Shah Jahlal, yang hidup di abad ke-14.

Kompleks biara ini terletak di Sylhet. Di dalamnya, terdapat masjid dan pusara sang sufi yang diselubungi kain brokat serta dikelilingi temaram lilin. Pengunjung nonmuslim dapat memasuki biara ini, dengan syarat melepas alas kaki di muka biara dan berpakaian sopan.

Namun, pengunjung wanita hanya dapat memasuki kompleks biara. Sebagai gantinya, terdapat aula khusus bagi pengunjung wanita untuk berdoa.

Penduduk Bangladesh menganggap, sebuah kehormatan jika kelak dapat dimakamkan di dekat kuburan Hazrat Shah Jahlal. Di kompleks biara juga terdapat kolam lele yang disakralkan lantaran dianggap penjelmaan raja Hindu, Gour Govina, yang takluk oleh sang sufi.

10 Destinasi Paling Populer untuk Melamar Kekasih, Ada Bali Lho!

Gondolier harus lulus ujian ketat dengan persyaratan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa lainnya. Ini adalah profesi turunan dari generasi ke generasi di Venesia.

Melamar di destinasi wisata kian menjadi tren. Situs kencan EliteSingles mengadakan survei terhadai 1.600 orang mengenai opini mereka lokasi yang tepat untuk melamar kekasih.

Berikut adalah 10 lokasi yang paling populer untuk melamar kekasih.

Tidak mengherankan bahwa Venesia yang cantik berada di puncak daftar tempat lamaran romantis. Tempat proposal romantis termasuk Piazza San Marco dan Grand Canal, dan gondola. Momen paling diimpikan adalah di bawah matahari terbenam fuschia-pink Venesia.

Dikenal sebagai kota romanis, Paris pemandangan yang megah dan anggun. Lengkap dengan taman-taman terawar, bar anggur dengan penerangan lilin, dan jalan-jalan di sepenjang Seine sambil bergandengan tangen saat matahari terbenam.

Hawaii dikenal karena matahari terbit dan terbenam, pantai yang biru, dan pasir uang putih. Hawaii merupakan andalan ketika musim dingin tiba dengan kehangatannya.

Bahama terdiri lebih dari 700 pulau dan 2.400 ngarai. Sebagian besar tidak berpenghuni, dan semuanya dibatasi oleh karang yang cantik. Selain pantai yang cantik, Bahama juga terkenal dengan kota sejarah dan hutan bakau yang indah.

Meskipun pulau ini adalah pulau terbesar kedua di Fiji, Vanua Levu atau Big Island adalah salah satu pulau yang paling dijaga. Di sini juga terdapat perkebunan tebu, kopra, desa-desa yang tersembunyi, air terjun, dan hutan yang luas.

Ternyata banyak yang memilh halaman rumah belakang untuk tempat melamar pasangan. Sederhana tetapi tetap memberi kesan yang mendalam.

5 Kebun Teh yang Siap Bikin Liburan Lebih Asyik

Indahnya lanskap di kawasan perkebunan teh Pagilaran. Kabupaten Batang, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018).


Menghabiskan waktu liburan banyak hal yang bisa Anda lakukan. Salah satunya bisa dengan wisata ke kebun teh.

Tak sekedar melihat perkebunan, Anda bisa menikmati udara sejuk, berfoto dengan hamparan hijau teh, menikmati teh langsung dari kebun, hingga menikmati atraksi wisata lainnya.

Oleh karena itu, ada beberapa kebun teh yang bisa Anda kunjungi diantaranya berikut ini.

1. Kebun Teh Malabar

Kebun teh ini berada di Pangalengan, Jawa Barat. Anda bisa menemukan lahan kebun teh dan menikmatinya hingga mengetahui nilai sejarahnya.

Anda bisa berukunjung ke Makam Bosscha, lalu ke kebun teh, ke rumah Boscha, dan ke Pabrik Teh Malabar untuk melihat proses pengolahan teh.

2. Perkebunan Teh Tambi

Perkebunan teh ini berlokasi di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Perkebunan ini didirikan Pemerintah Belanda pada 1865. Setelah kemerdekaan, pada 1957, perusahaan ini diambil alih dan berganti nama menjadi NV. Tambi.

Kini di sana Anda bisa menikmati pemandangan kebun teh, mengelilingi kebun teh, melihat para pemetik teh bekerja, melihat proses pengolahan, menikmati teh, hingga bermalam di sana.

3. Kebun Teh Medini

Kebun teh ini terletak di Kecamatan Limbangan, Kendal, Jawa Tengah. Luas kebun teh ini sekitar 386 hektar.

Wisatawan bisa berkemah di area perkemahan Promasan dan melihat Goa Jepang di sana.

4. Kebun Teh Pagilaran

Kebun Teh Pagilaran berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kebun teh seluas 1.130 hektar ini, mempunyai beberapa pabrik, yakni teh hitam di Batang dan Pekalongan, teh hijau di Banjarnegara, teh merah di Kulon Progo, dan pabrik cokelat di Batang.

Wisatawan pun bisa berwisata di kebun teh tersebut, mulai dari berkeliling kebun dan pabrik teh, tea tasting, wisata kuliner seputar teh, ragam sajian budaya lokal, dan homestay.

5. Perkebunan Teh Kertowono

Perkebunan teh ini lokasinya ada sekitar 55 kilometer dari Kota Lumajang, Jawa Timur.

Anda bisa menikmati udara segar dengan berkeliling kebun teh menggunakan sepeda atau dengan motor trail.

Adapula tempat berkemah di sana yakni Kampung Baru atau Bukit Inspirasi.

Selain itu, ada wisata edukasi mulai dari berkeliling kebun teh, pemetikan daun, pengolahan daun, hingga mencicipi teh.

Alternatif Wisata di Kota Batu Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2019

Sejumlah pengunjung saat berfoto di The Miracle, Jatim Park 3, Kota Batu, Jawa Timur

Berada di ketinggian 700 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut, Kota Batu menyimpan banyak destinasi wisata. Selain wisata alam, kota yang berdiri pada 17 Oktober 2001 itu memiliki berbagai wisata buatan.

Jawa Timur Park Group mendominasi wisata buatan di kota itu. Perusahaan pengelola wisata itu memiliki beragam jenis wisata.

Mulai dari Jatim Park 1 yang memuat wahana bermain dan Museum Tubuh. Selain itu juga ada Jatim Park 2, teridiri dari Eco Green Park dan Batu Secret Zoo.

Jatim Park Group juga mengelola Museum Angkut dan Predator Fun Park serta Batu Night Spectacular (BNS). Terbaru, Jatim Park Group mendirikan Jatim Park 3 yang terdiri dari Dino Mall, Museum Musik Dunia dan The Legend Star.

Selain itu juga ada lokasi wisata yang menawarkan keindahan alam, seperti Selecta. Wisata yang eksis sejak masa Hindia-Belanda itu menawarkan wahana bermain dan pemandangan beragam jenis bunga.

Ada juga Coban Talun, Coban Rais dan Coban Rondo. Beberapa kawasan di sekitar air terjun itu dihias degan beragam bentuk dan warna supaya asik untuk berfoto. Lokasi Paralayang di Gunung Banyak juga menyimpan keindahan karena dapat melihat hamparan Kota Batu dari atas.

"Di Batu banyak alternatif wisata baik wisata buatan seperti JTP 3 (Jatim Park 3) yang sedang hits, Selecta, wisata desa dan juga wisata alam seperti Coban Talun, Coban Rais dan Paralayang yang masing-masing destinasi menawarkan konsep dan keunikan berwisata yang berbeda," kata Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Titik S Ariyanto, Kamis (20/12/2018).

Titik menyampaikan, tidak cukup hanya satu hari untuk mengeksplor seluruh destinasi wisata di Kota Batu. Karenanya, libur Natal dan Tahun Baru 2019 merupakan kesempatan bagi wisatawan untuk merasakan keindahan kota dengan suhu udara rata-rata mencapai 11 hingga 19 derajat selsius itu.

"Hal ini membuat wisatawan tidak menyia-nyiakan kesempatan berlibur akhir tahun di Batu. Mereka harus menghabiskan waktu paling sedikit satu malam dua hari untuk bisa mengeksplorasi keragaman wisata di Batu. Belum lagi mereka harus berwisata kuliner dan oleh-oleh," kata Titik yang juga merupakan Marketing and Public Relation Manager di Jatim Park Group.

Friday, August 16, 2019

37 Turis AS ke Pulau Lengkang di Batam untuk Mengenal Budaya Melayu

37 turis Amerika Serikat dan 14 juru bahasa melakukan gotong royong bersama warga Pulau Lengkang, Kecamatan Belakang Padang, Batam, Kepri untuk pembuatan lapangan sepak takraw.

- Kantor Imigrasi Kelas II Belakangpadang melakukan pengawasan terhadap kunjungan 37 wisatawan asal Amerika Serikat ke Pulau Lengkang, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Keberadaan 37 turis AS dan 14 juru bahasa tersebut dalam rangka mengenalkan budaya melayu yang ada di pulau perbatasan, salah satunya di Pulau Lengkang ini.

Kasi Wasdakim Imigrasi Kelas II Belakangpadang, Washono kepada Kompas.com mengatakan pengawasan ini dilakukan guna memastikan bahwa tidak terdapat penyalahgunaan izin tinggal maupun tindak pidana keimigrasian yang terjadi pada saat kegiatan berlangsung, mengingat kegiatan ini berlangsung selama empat hari.

"Berdasarkan surat pemberitahuan PT Island Connections International melalui Telunas Beach Resort, kegiatan ini berakhir hari ini dan dimulai sejak 1 Juli 2018 kemarin," kata Washono, Rabu (4/7/2018).

Washono mengaku kegiatan ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru untuk Pulau Lengkang dan beberapa pulau terdepan dan perbatasan yang ada di Belakangpadang. Sebab berdasarkan data yang miliki Imigrasi Belakangpadang, PT Island Connections Internasional melalui Telunas Beach Resort telah melaksanakan kegiatan selama 10 tahun terakhir.

"Jadi kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan perkelenalan terhadap budaya hinterland di wilayah pulau-pulau perbatasan di Kecamatan Belakangpadang yang mana mayoritas merupakan penduduk berbudaya Melayu," kata Washono.

Selain itu, para wisatawan tersebut juga ingin tahu dan mempelajari gaya hidup bersosialisasi masyarakat Melayu di pulau perbatasan, termasuk kehidupan sehari-hari seperti tata cara makan, cita rasa masakan Melayu, kebiasaan rumah tangga masyarakat tradisional, hingga mempelajari tarian serta musik Melayu yang ada di pulau perbatasan tersebut.

"WN Amerika tersebut juga melakukan kegiatan sosial bersama dengan warga sekitar, mulai dari bergotong royong membuat lapangan sepak takraw, hingga pembersihan lingkungan sekitar perkampungan yang ada di Pulau Lengkang tersebut," ujarnya.

"Dan semua biaya yang dikeluarkan merupakan sumbangan dari para wisatawan tersebut yang nilainya mencapai Rp 6,4 juta," katanya.

Bahkan selama kegiatan itu berlangsung, mereka ditempatkan di 10 rumah warga yang telah disetujui sebelumnya oleh pihak Terlunas Beach Resort dengan perangkat RT setempat.

"Masing-masing rumah akan ditempat oleh 3 hingga 4 turis dan ditemani oleh seorang juru bahasa atau tour guide," ungkapnya.

Lebih jauh Washono menambahkan meski selama pengawasan tidak terjadi hal-hal yang merugikan warga atau penyalahgunaan izin tinggal maupun tindak pidana keimigrasian, namun Imigrasi tetap harus mengawasi dan memastikan tidak terdapat penyimpangan dari kegiatan tersebut.

"Hasil pengawasan kami secara langsung di lapangan semua berjalan lancar dan aman tanpa adanya pelanggaran yang dilakukan para wisatawan tersebut. Dan hari ini 37 turis Amerika dan 14 juru bahasa bertolak ke negara asalnya," tambah Washono.

4 Tips Berkunjung ke Candi Sambisari, Yogyakarta

Candi Sambisari, Sleman, Yogyakarta.

Wisata Candi menjadi obyek wisata yang bisa dikunjungi saat menyambangi Yogyakarta. Biasanya wisatawan berkunjung ke Candi Prambanan dan Borobudur di Jawa Tengah yang lokasinya tidak jauh dari Yogyakarta.

Namun, Yogyakarta juga mempunyai peninggalan sejarah berupa candi. Salah satu candi yang unik adalah Sambisari. Candi ini tepatnya berada di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman.

Candi Sambisari termasuk unik, karena terletak di bawah permukaan tanah. Jika aka berkunjung ke candi ini, berikut 4 tips-nya:

Pagi hari menjadi waktu yang pas untuk berkunjung ke Candi Sambisari. Hal itu karena cuaca belum terlalu panas. Jika datang siang hari, maka teriknya matahari akan sangat terasa. Sekitar candi juga jarang terdapat tempat berteduh.

Pukul 07.00-09.00 menjadi waktu terbaik untuk datang ke candi ini. Selain itu ketika pagi hari, biasanya wisatawan yang berkunjung belum terlalu banyak. Hal itu membuat aktivitas berfoto bisa dilakukan dengan leluasa.

Sore hari sebenarnya juga merupakan waktu yang nyaman untuk berkunjung ke Candi Sambisari. Namun, biasanya banyak orang yang juga datang. Kunjungan paling banyak biasanya terjadi pada sore hari ketika libur.

Rerumputan hijau yang mengelilingi Candi Sambisari menjadi atraksi yang menjadikan obyek wisata ini semakin menarik. Biasanya pengunjung akan berfoto dengan latar belakang candi dan rumput hijau yang mengelilinginya.

Pemandangan seperti itu ternyata hanya ada di musim penghujan. Saat musim kemarau, rerumputan akan mengering dan warnanya berubah menjadi kuning kecokelatan sehingga tidak seindah ketika masih hijau.

Tentu kunjungan saat musim hujan lebih baik dilakukan ketika cuaca cerah. Saat langit berwarna biru, maka kombinasi warna akan sangat menarik. Cuaca biasanya masih cerah di pagi hari saat musim hujan.

Berfoto saat ini menjadi aktivitas yang lumrah dilakukan para wisatawan, termasuk di Candi Sambisari ini. Ada banyak spot foto di sini, seperti di atas rerumputan atau di bangunan candinya.

Meski merupakan tempat berfoto favorit, tetap saja Candi Sambisari merupakan peninggalan sejarah masa lalu yang harus dijaga. Oleh karena itu, hendaknya berpose sewajarnya saat berfoto di candi agar tidak sampai menimbulkan kerusakan.

Keindahan Candi Sambisari yang dikelilingi rumput berwarna hijau juga harus turut dijaga oleh para pengunjung. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah membuang sampah pada tempatnya yang telah disediakan.

Selain itu, vandalisme atau pengerusakan seperti mencorat-coret candi atau bahkan mengukir nama di batuan candi jelas sangat dilarang. Tidakan tercela itu akan merusak Candi Sambisari sebagai peninggalan sejarah kejayaan peradaban masa lalu Bangsa Indonesia.